KOMPONEN KONDENSATOR/KAPASITOR

 

c)             Kondensator

Kata Kondensator, berasal dari bahasa Inggris condensation yang artinya pemadatan. Dapat pula diartikan pengumpulan, atau penyimpanan.

Gambar macam-macam Kondensator/Kapasitor










Kondensator/Capasitor adalah komponen pasif, notasinya dituliskan dengan huruf C berfungsi untuk menyimpan energi  listrik dalam bentuk muatan listrik banyaknya muatan listrik per detik dalam satuan Qoulomb (Q). Kemampuan Kondensator/Capasitor dalam menyimpan muatan disebut kapasitansi yang satuannya adalah Farad (F), 1 Farad = 1.000.000 m F baca (mikro farad), 1 m F = 1.000 nF baca (nano Farad) dan 1 nF = 1.000 pF baca (piko Farad).

Pada prinsipnya Kondensator/Capasitor terdiri dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat yang disebut bahan dielektrik, fungsi zat dielektrik adalah untuk memperbesar kapasitansi Kondensator/Capasitor diantaranya adalah: keramik; kertas; kaca; mika; polyister dan elektrolit tertentu. 

Kedua keping logam yang saling berdekatan, dihubungkan dengan kutub tegangan listrik, maka masing-masing akan terisi muatan listrik sesuai dengan polaritas tegangannya. Karena elektron dan proton saling menarik, maka pada tiap-tiap keping akan terjadi pengumpulan elektron (-) dan lubang (hole= +), akibat gaya tarik diantara mereka. Sehingga, meskipun tegangan itu dilepaskan, proton dan elektronnya masih saling menarik, dan tetap tinggal.

Macam-macam kondensator berdasarkan dielektrikumnya :

a.    Kondensator mika, dielektrikumnya terbuat dari bahan mika

b.    Kondensator milar, dielektrikumnya terbuat dari bahan milar

c.      Kondensator keramik, dielektrikumnya terbuat dari bahan keramik

d.    Kondensator tantalum, dielektrikumnya terbuat dari bahan tantalum

e.    Kondensator polyester, dielektrikumnya terbuat dari bahan polyester

f.     Kondensator kaca, dielektrikumnya terbuat dari bahan kaca

g.    Kondensator kertas, dielektrikumnya terbuat dari bahan kertas

h. Kondensator metal film, dielektrikumnya terbuat dari bahan metal film

i.   Kondensator elektrolit, dielektrikumnya terbuat dari bhn larutan elektrolit

j.   Kondensator udara, dielektrikumnya terbuat dari bahan udara

Disamping memiliki nilai kapasitas menyimpan muatan listrik Kondensator/Capasitor juga memiliki batas tegangan kerja (working Voltage) maksimum yang dicantumkan nilainya pada komponen.

Tegangan kerja Kondensator/Capasitor AC untuk non polar : 25 Volt; 50 Volt; 100 Volt; 250 Volt 500 Volt, ...

Tegangan kerja DC untuk polar: 10 Volt; 16 Volt; 25 Volt; 35 Volt; 50 Volt; 100 Volt; 250 Volt

Macam-macam kondensator yaitu;

1.    Kondensator Polaritas

Kondensator polaritas yaitu kondensator yang mempunyai polaritas positif  tidak bdan negatif pada kakinya, sehingga pada saat pemasangan kondensator ini tidak boleh terbailik kaki positif dan negatifnya.

Contoh : Kondensator elektrolit (elco) dan kondensator tantalum

2.    Kondensator Non Polaritas

Kondensator non polaritas yaitu kondensator yang kakinya tidak mempunyai polaritas positif dan negatif, sehingga dalam pemasangannya boleh bolak-balik kakinya.

Contoh : kondensator mika, keramik,milar, polyester, kertas dan sebagainya.

3.      Kondensator Variabel

Kondensator variabel adalah kondensator yang nilainya dapat diubah secara manual, biasa disebut varco (variabel condensator). Kondensator variabel biasanya mempunyai nilai kapasitas antara 100 pF sampai dengan 500 pF, dan sering digunakan dalam rangkaian radio untuk mengatur frekuensi.  

Nilai Kondensator

Nilai Kondensator dinyatakan dengan satuan F (Farad)

1 F     =   1.000.000 mF (mikro Farad)= 106 mF sehingga,1 mF           = 10-6 F

1 mF  =   1.000 nF          (nano Farad)     = 103 nF                  1 nF     = 10-3 mF

1 nF   =   1.000 pF          (piko Farad)       = 103 pF                  1 pF     = 10-3 nF    

 

Nilai Kondensator dituliskan dalam 2 versi, yaitu :

1.             Ditulis dengan angka

Hasil pembacaan langsung menunjukkan nilainya, dalam satuan yang sesuai.

Contoh :

C       =        100 mF/ 25 V

         Artinya nilai kapasitansi kondensator 100 mF dan memiliki tegangan kerja 25 V.

2.             Ditulis dengan kode angka

Angka yang dituliskan berupa kode, perlu diterjemahkan terlebih dahulu baru dapat menunjukkan nilai kondensator.

Contoh :

C       =        22

C       =        223 J50V

Ø   Bila kode 2 angka, berarti ke-2 angka tersebut merupakan nilainya, tetapi dalam satuan pF (piko Farad).

Pada contoh di atas, C = 22

Artinya : C = 22 pF

Ø   Bila kode 3 angka, sebagai berikut :

Angka pertama     :angka 1

Angka kedua        : angka 2

Angka ketiga       : jumlah nol

Satuan                  : piko Farad (pF)

J50V                    : tegangan kerja 50 V

Pada contoh di atas, C = 223 J50V

Artinya,      angka pertama    = angka     = 2

                   Angka kedua      = angka      = 2

                   Angka ketiga     = jumlah nol = 000

                   Satuan                 = pF

Jadi kondensator tersebut bernilai   = 22.000 pF

                                                        = 22 nF

                                                       = 0,022 mF

Kondensator memiliki tegangan kerja 50 V, artinya aman dioperasikan pada tegangan kurang dari atau sama dengan 50 V.

Dalam sebuah rangkaian listrik kondensator digunakan sebagai :

a.     Filter            :  penyaring frekuensi tertentu

b.     Kopel            :  penghubung dengan penyaringan frekuensi tertentu

c.      By pass         :  jalan pintas untuk frekuensi tertentu

d.     Menyimpan muatan listrik.

Adapun sifat dari kondensator yaitu:

a.     Dapat menyimpan arus pada batas tertentu

b.     Tidak dapat dilewati arus DC

c.      Dapat dilewati arus AC walaupun mengalami perlawanan (reaktansi)

Besarnya Kapasitas kondensator dipengaruhi oleh:

a.     Luas penampang penghantar

b.     Tebal atau banyaknya bahan dielektrikum

c.      Jenis dielektrikum

TUGAS :

1.     Tuliskan gambar simbol kondensator polar dan non polar !

2.     Sebutkan 5 dielektrikum yang digunakan pada kondensator !

3.     Hitunglah nilai kondensator dengan kode angka sebagai berikut: 

a. C = 334                c. C = 223

b. C = 682                d. C = 664

4.     Jelaskan, apa maksudnya C = 1.000 mF/ 50 V !

5.     Jelaskan fungsi kondensator dalam rangkaian llistrik!

Semangat belajar, selamat mengerjakan, tetap jaga kesehatan dengan memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan tetap di rumah saja💪💪💪💪💪

 

Komentar