Jenis-Jenis Sensor
Lampu
otomatis dapat digunakan untuk lampu teras, lampu taman, lampu jalan, Lampu
poskamling dan lampu pada fasilitas umum lainnya. Terdapat beberapa jenis
sensor yang dapat digunakan untuk lampu otomatis. Beberapa jenis sensor yang
biasanya digunakan untuk mengontrol lampu otomatis antara lain :
a.
Sensor gerak (motion
sensor)
Sensor gerak adalah sensor yang mendeteksi pergerakan
manusia atau objek di sekitarnya.
Ketika sensor mendeteksi gerakan, lampu akan secara otomatis dinyalakan, dan
akan mati kembali setelah tidak ada gerakan yang terdeteksi dalam jangka waktu
tertentu. Lampu otomatis yang menggunakan sensor gerak sering digunakan pada
lampu jalan yang akan menyala secara otomatis jika ada pengguna jalan atau
kendaraan yang mendekat.
b.
Sensor Cahaya (light
sensor atau photoresistor)
Sensor
cahaya adalah sensor yang mendeteksi tingkat cahaya di sekitarnya. Lampu akan
dinyalakan atau dimatikan secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang
terdeteksi. Misalnya lampu akan menyala jika cahaya di sekitar turun di bawah
ambang batas tertentu. Sensor cahaya digunakan untuk mengkonversi intensitas
cahaya menjadi arus listrik yang dapat diterapkan dalam berbagai peralatan.
Secara umum jenis-jenis sensor cahaya terbagi menjadi
2 yaitu :
1)
Photovoltaic (Solar cell/ Photo
Cell)
Sensor ini dapat menghasilkan arus Direct Current (DC) dari sinar
matahari yang diserapnya. Semakin banyak intensitas cahaya yang mengenai
permukaan solar cell maka semakin
besar tegangan dan arus listrik DC yang dihasilkan.
Gambar 1.8. symbol dan Photovoltaic (Solar cell/ Photo Cell) (Sumber : Yol Yulianto/Kemendikbudristek (2022), p3tkebt.esdm.go.id (2022))
2)
Photoconductive
Sensor photoconductive ini berfungsi untuk
mengubah intensitas cahaya menjadi perubahan konduktivitas yang bahannya banyak
terbuat dari bahan cadmium selenoide atau cadmium sulfide. Berikut ini beberapa tipe turunan dari sensor
jenis photoconductive.
a)
LDR (Light Dependent Resistor)
LDR
(light dependent resistor) berfungsi
untuk mengubah intensitas cahaya menjadi hambatan listrik. Semakin banyak
cahaya yang mengenai permukaan LDR
maka hambatan listrik semakin besar.
Gambar 1.9. Simbol dan Komponen LDR
(Sumber : Yol Yulianto/Kemendikbudristek (2022), zonaelektro.net (2022))
b) Photodiode
Photodiode adalah komponen semikonduktor P-N junction yang mengubah cahaya (foton) menjadi arus listrik, berfungsi sebagai detektor cahaya di berbagai spektrum (UV hingga inframerah) untuk aplikasi seperti pengukur cahaya, sensor otomatis, hingga sel surya, dengan prinsip kerja di mana cahaya menyebabkan pasangan elektron-hole terlepas dan menghasilkan arus yang sebanding intensitas cahayanya. Atau bisa dikatakan Photodiode berfungsi untuk mengubah
intensitas cahaya menjadi
konduktivitas diode.
Gambar 1.10. Simbol dan Komponen Photodiode
(Sumber : Yol Yulianto/Kemendikbudristek (2022), Cahyo Prianto/Kemendikbudristek (2022))
c) Photo Transistor
Photo transistor berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas transistor. Photo transistor adalah komponen elektronika semikonduktor (fotodetektor) yang berfungsi mengubah energi cahaya menjadi arus listrik, bekerja layaknya transistor bipolar di mana intensitas cahaya yang mengenai daerah basis menggantikan fungsi arus basis konvensional. Komponen ini memiliki penguatan internal (gain) tinggi, membuatnya jauh lebih sensitif dibandingkan fotodioda.
Gambar 1.11.
Simbol dan Komponen Photo Transistor
(Sumber : Yol Yulianto/Kemendikbudristek (2022),
Cahyo Prianto/Kemendikbudristek
(2022))
c.
Sensor inframerah
Sensor
inframerah adalah sensor yang mendeteksi radiasi inframerah yang dipancarkan
oleh objek atau tubuh manusia. Lampu akan menyala secara otomatis jika sensor
mendeteksi keberadaan manusia atau objek. Sensor inframerah ini dapat digunakan
pada lampu kamar mandi dan pembuka gerbang otomatis.
d.
Sensor ultrasonik
Sensor
ultrasonik adalah sensor yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi
keberadaan objek di sekitarnya. Lampu akan menyala secara otomatis jika sensor
mendeteksi ada perubahan dalam pola gelombang ultrasonik. Sensor ultrasonik dapat digunakan pada
lampu jalan raya dan lampu belajar.
e.
Sensor sentuhan (touch
sensor)
Sensor
sentuhan (touch sensor) adalah sensor yang akan bekerja jika ada sentuhan pada
permukaan sensornya. Lampu dapat dinyalakan atau dimatikan dengan menyentuh
permukaan sensor. Sensor sentuhan ini sering digunakan pada lampu meja atau
lampu tidur.
f.
Sensor waktu (timer)
Sensor waktu adalah sensor yang bekerja dengan cara
pengaturan waktu yang telah ditentukan. Lampu dapat dinyalakan atau dimatikan
pada waktu tertentu secara otomatis sesuai dengan pengaturan yang telah
ditentukan. Sensor waktu dapat digunakan untuk lampu dekoratif atau
lampu taman yang hanya perlu menyala di waktu tertentu setiap harinya.
1.1. Tugas Kelompok
Pengenalan Jenis-Jenis Sensor Cahaya
Petunjuk !
1) Bacalah materi tentang jenis-jenis sensor cahaya
2) Diskusikan bersama
kelompok kalian pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
|
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1. |
Tuliskanlah jenis-jenis sensor
cahaya ! |
|
|
2. |
Diskusikanlah alat
apa saja yang dapat dibuat dari penerapan jenis sensor cahaya yang disebutkan
pada nomor 1! |
|
|
3. |
Berdasarkan
informasi yang kalian dapatkan, diskusikanlah sensor cahaya mana sajakah yang
diperlukan di lingkungan sekitar kalian dan diterapkan pada alat apa! |
|
|
4 |
Bagaimana cara
kerja Photovoltaic (Solar
cell/ Photo Cell) pada lampu
jalan raya ? |
|
|
5 |
Bagaimana cara
kerja sensor gerak dan alat apa saja yang menggunakan
sensor gerak?
|
|
|
6 |
Bagaimana cara
kerja sensor waktu dan alat apa saja yang menggunakan
sensor waktu?
|
|
|
7 |
Bagaimana cara
kerja sensor ultrasonik dan alat apa saja yang
menggunakan sensor ultrasonik?
|
|
|
8 |
Bagaimana cara
kerja sensor touch dan ala tapa saja yang menggunakan
sensor touch?
|
|
Komentar
Posting Komentar