TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERBASIS OTOMATIS
: MEMBUAT LAMPU OTOMATIS
A. Observasi dan Eksplorasi Lampu Otomatis
1. Observasi tentang Karakteristik Jenis Lampu dan Fungsinya
Lampu
merupakan salah satu penemuan manusia yang memiliki peranan penting dalam
kehidupan sehari-hari. Lampu dapat memberikan cahaya penerangan yang dibutuhkan
manusia dalam melakukan berbagai aktifitas terutama pada saat tidak ada sinar
matahari atau malam hari. Seiring dengan kemajuan teknologi, saat ini lampu
mempunyai berbagai jenis sesuai dengan fungsinya.
Dalam pengoperasiannya lampu juga dapat dikombinasikan dengan sensor yang memudahkan manusia
dalam menghidupkan dan mematikan lampu secara otomatis. Lampu memiliki
karakteristik, kegunaan dan manfaat yang berbeda-beda.
a.
Lampu bohlam atau lampu pijar
Lampu bohlam atau lampu pijar adalah jenis lampu yang menggunakan filamen sebagai sumber cahaya. Filamen ini dipanaskan oleh arus listrik hingga memancarkan cahaya. Lampu pijar terdiri dari filamen dan kaca. Kaca pada lampu pijar berfungsi untuk mencegah udara masuk ke dalam hingga mengenai filamen. Jika filamen dimasuki udara, maka akan rusak dan lampu tidak berfungsi sehingga tidak mengeluarkan cahaya. Lampu ini tersedia di pasaran dalam berbagai bentuk dan tegangan voltase yang bervariasi.
Lampu neon adalah jenis lampu yang menggunakan gas neon sebagai
sumber cahaya. Gas neon dalam
lampu jika dialiri arus Listrik akan menyala sehingga menghasilkan cahaya. Pada
gas neon murni, warna cahaya yang dihasilkan adalah kemerah-merahan. Lampu neon
dikenal memiliki cahaya yang sangat silau dan mampu menghasilkan beragam warna.
Lampu neon pada umumnya digunakan sebagai lampu hias.
Gambar 1.2. Lampu Neon
c. Lampu Fluorescent Lampu
fluorescent adalah lampu pelepasan gas uap merkuri bertekanan rendah yang
menggunakan fluoresensi untuk menghasilkan cahaya. Arus listrik dalam gas
membangkitkan uap merkuri, untuk menghasilkan ultraviolet dan membuat lapisan
fosfor dalam lampu bersinar. Gambar 1.3. Lampu Fluorescent
d. Lampu halogen Lampu halogen
merupakan sebuah lampu pijar dengan filamen wolfram yang disegel di dalam
sampul transparan yang diisi gas lembam dengan sedikit unsur halogen seperti iodin atau bromin. Sesuai dengan namanya,
bahan dasar gas halogen membuat tingkat efisiensi serta masa pakainya meningkat
drastis. Cahaya dari lampu Halogen juga sangatlah terang dan sangat efektif
dalam menerangi ruangan, taman, kolam ikan dan lain sebagainnya. f.
Lampu sodium High-Intensity Discharge (HID) Lampu
sodium High-Intensity Discharge (HID) mampu menghasilkan cahaya dengan
memanaskan gas dalam tabung kuarsa atau kaca yang terisi logam khusus dan gas
didalamnya. Saat lampu ini dipakai, diperlukan filter yang berfungsi sebagai
penyaring karena lampu ini memancarkan radiasi UV yang cukup besar. Lampu HID
memiliki pancaran cahaya yang sangat terang dan berintensitas tinggi. Ketahanan
dayanya bahkan dapat mencapai hingga
20.000 jam. Lampu HID sering
digunakan untuk penerangan jalan, stadion atauaera parkir.
Gambar 1.6. Lampu sodium High-Intensity Discharge (HID) g.
Lampu ultraviolet Lampu
ultraviolet adalah lampu yang
menghasilkan sinar ultra violet yang dapat digunakan untuk berbagai bidang,
seperti laboratorium dan rumah sakit. . Gambar 1.7.
Lampu Ultraviolet Tugas
1.1. Individu Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1)
Bagaimana cara kerja lampu bohlam
atau lampu pijar ? 2) Apakah fungsi filter pada pemakaian Lampu sodium High-Intensity Discharge (HID) ? 3) Bagaimanakah cara kerja lampu fluorescent ? 4) Mengapa lampu LED lebih hemat dan lebih terang dari lampu pijar? 5) Jelaskan fungsi lampu ultraviolet! |
Komentar
Posting Komentar